Rabu, 16 Januari 2013

Kenali Kepribadian Diri


Tahukah kalian secara prinsip dasar manusia itu memiliki 4 kepribadian, dan salah satunya akan mendominasi yang lain, Sanguinis yang populer orang yang sangat bisa menghidupi suasana pesta, Koleris yang kuat sangat cocok menjadi pemimpin,  Plegmatis yang damai sangat bijaksana sebagai penengah masalah, Melankolis yang sempurna orang yang sangat menyukai kedetilan.
EMOSI SANGUINIS POPULER
Kepribadian yang menarik Suka bicara Menghidupkan pesta Rasa humor yang hebat Ingatan kuat untuk warna Memukau pendengar Emosional dan demonstratif Antusias dan ekspresif Periang dan penuh semangat Penuh rasa ingin tahu Baik di panggung Lugu dan polosHidup di masa sekarang Mudah diubah Tulus Kekanak-kanakan
SANGUINIS POPULER DI PEKERJAAN
Sukarelawan untuk tugas Memikirkan kegiatan baru Tampak hebat di permukaan Kreatif dan inovatif Punya energi dan antusiasme Mulai dengan cara cemerlang Mengilhami orang lain untuk ikut Mempesona orang lain untuk bekerja
SANGUINIS POPULER SEBAGAI TEMAN
Mudah berteman Mencintai orang Suka dipuji Tampak menyenangkan Dicemburui orang lain Bukan pendendam Cepat minta maaf Mencegah saat membosankan Suka kegiatan spontan
SANGUINIS POPULER SEBAGAI ORANG TUA
Membuat rumah menyenangkan Disukai teman anak-anak Mengubah bencana menjadi humor Merupakan pemimpin sirkus
MELANKOLIS YANG SEMPURNA
EMOSI MELANKOLIS SEMPURNA
Mendalam dan penuh pikiran Analitis Serius dan tekun Cenderung jenius Berbakat dan kreatif Artistik atau musikal Filosofis dan puitis Menghargai keindahan Perasa terhadap orang lain Suka berkorban Penuh kesadaran Idealis
MELANKOLIS SEMPURNA DI PEKERJAAN
Beroriantasi jadwal Perfeksionis, standar tinggi Sadar rincian Gigih dan cermat Tertib dan terorganisasi Teratur dan rapi Ekonomis Melihat masalah Mendapat pemecahan kreatif Perlu menyelesaikan apa yang dimulai Suka diagram, grafik, bagan, daftar
MELANKOLIS SEMPURNA SEBAGAI ORANGTUA
Menetapkan standar tinggi Ingin segalanya dilakukan dengan benar Merapikan barang anak-anak Mengorbankan keinginan sendiri untuk orang lain Mendorong intelegensi dan bakat
MELANKOLIS SEMPURNA SEBAGAI TEMAN
Hati-hati dalam berteman Puas tinggal di latar belakang Menghindari perhatian Setia dan berbakti Mau mendengarkan keluhan Bisa memecahkan masalah orang lain Sangat memperhatikan orang lain Terharu oleh air mata penuh belas kasihan Mencari teman hidup ideal
KOLERIS YANG KUAT
EMOSI KOLERIS KUAT
Berbakat memimpin Dinamis dan aktif Sangat memerlukan perubahan Harus memperbaiki kesalahan Berkemauan kuat dan tegas Tidak emosional bertindak Tidak mudah patah semangat Bebas dan mandiri Memancarkan keyakinan Bisa menjalankan apa saja
KOLERIS KUAT SEBAGAI ORANG TUA
Memberikan kepeminpinan kuat Menetapkan tujuan Memotivasi keluarga untuk kelompok Tahu jawaban yang benar Mengorganisasi rumah tangga
KOLERIS KUAT DI PEKERJAAN
Berorientasi target Melihat seluruh gambaran Terorganisasi dengan baik Mencari pemecahan praktis Bergerak cepat untuk bertindak Mendelegasikan pekerjaan Menekankan pada hasil Membuat target Merangsang kegiatan Berkembang karena saingan
KOLERIS KUAT SEBAGAI TEMAN
Tidak terlalu perlu teman Mau bekerja untuk kegiatan Mau memimpin dan mengorganisasi Biasanya selalu benar Unggul dalam keadaan darurat
PLEGMATIS YANG DAMAI
EMOSI PHLEGMATIS DAMAI
Kepribadian rendah hati Mudah bergaul dan santai Diam, tenang dan mampu Sabar, baik keseimbangannya Hidup konsisten Tenang tetapi cerdas Simpatik dan baik hati Menyembunyikan emosi Bahagia menerima kehidupan Serba guna
PHLEGMATIS DAMAI SEBAGAI ORANG TUA
Menjadi orang tua yang baik Menyediakan waktu bagi anak-anak Tidak tergesa-gesa
Bisa mengambil yang baik dari yang buruk Tidak mudah marah
PHLEGMATIS DAMAI DI PEKERJAAN
Cakap dan mantap Damai dan mudah sepakat Punya kemampuan administratif Menjadi penengah masalah Menghindari konflik Baik di bawah tekanan Menemukan cara yang mudah
PHLEGMATIS DAMAI SEBAGAI TEMAN
Mudah diajak bergaul Menyenangkan Tidak suka menyinggung Pendengar yang baik Selera humor yang menggigit Suka mengawasi orang Punya banyak teman Punya belas kasihan dan perhatian
Yeah, segitu aja dulu sih,,, masalah untuk mengujinya belum punya linknya sih,,, mungkin pembaca tahu?? bagi – bagi aja… Jangan di simpen sendiri..
Dulu sih aku udah pernah ngetest tapi lewat buku, dan kepribadianku dominasi antar “sanguinis yang populer” dan “koleris yang kuat” hehehe
tapi kan kepribadian orang itu bisa berubah,,, apalagi itu udah dua tahun yang lalu… Karena hidup selalu maju… (ya iyalah mana mungkin mundur),,,

Selasa, 15 Januari 2013

Paradox Cinta

Pada saat saat tertentu kita semua merasa kesepian atau terpencil, seakan-akan ada kekosongan dalam diri yang membuat kita sangat menderita. Kita semua tentu pernah merasa terasing dari orang lain, terpisah dari golongan kita, sendirian dan kesunyian.
Rasa kesepian ini dengan sendirinya mendorong kita memusatkan perhatian kepada diri sendiri. Untuk mengisi kekosongan ini, untuk memenuhi kehausan ini, kita lalu pergi, mencari orang lain yang mau mencintai kita.

Mungkin kita melakukan sesuatu untuk memperoleh cintanya. Dengan tangan yang satu kita memberi tetapi dengan yang lain kita meminta. Dan mungkin kita tertipu karenanya dan menganggap itulah cinta.
Kita menyadari, bahwa kesepian kita hanya dapat diisi oleh cinta orang lain. Kita tahu, bahwa kita harus merasa dicintai. Tetapi adalah suatu paradox: “Apabila kita mencari cinta orang lain itu hanya untuk mengisi  kekosongan karena kesepian dalam hati kita belaka, maka kita tidak akan terhibur melainkan semakin merasa kesepian”.
Terasa benar kenyataan: “Kamu ini tiada berarti, sebelum seseorang mencintaimu”. Hanya orang yang telah mengalami cinta itu mampu berkembang. Adalah suatu kenyataan, bahwa dengan memberikan dan dengan menolak memberikan cinta, orang lain sangat mempengaruhi kemampuan kita menjadi seorang dewasa atau tidak. Memang, karena kebutuhan dan kekosongan kebanyakan dari kita menghadapi kehidupan dan orang lain dengan sikap mencari-cari.
Itulah orang malang yang menginginkan sahabat-sahabat, tetapi tak pernah dapat menjumpainya.
Syarat pokok memperoleh seorang sahabat adalah, bahwa kita mengehendaki sesuatu diluar sahabat-sahabat itu sendiri. Kita kebanyakan mengetahui kebutuhan kita untuk dicintai. Dan kita mencari cinta yang kita butuhkan itu dari orang lain. Tetapi paradox itu tetap berlaku: “Jika kita mencari cinta yang kita butuhkan, maka tak pernah akan kita memperolehnya”.
Memang cinta dapat memecahkan kesulitan-kesulitan kita, tetapi kita harus mengerti, bahwa untuk dicintai, kita harus menjadi seorang yang patut dicintai. Kalau seseorang bertujuan hidup mencari kepentingan diri, kalau ia mencari cinta hanya karena membutuhkannya, bagaimanapun halusnya tanggapan kita mengenai dia, dialah seorang egois. Ia tidak patut dicintai, walaupun ia perlu akan rasa belas kasihan kita. Selama dia memusatkan perhatian pada dirinya, kemampuannya mencintai tetap terhambat dan ia tetap seperti anak yang belum dewasa.
Sebaliknya, apabila seorang tidak berusaha supaya dicintai melainkan ingin mencintai, ia akan menjadi seorang yang patut dicintai dan pada akhirnya ia akan dicintai juga. Inilah hokum yang tak terubahkan. Selama perhatian terpusat pada diri sendiri, orang tidak pernah dapat menghindari kesepian, melainkan membuatnya lebih mendalam lagi. Inilah sebuah lingkaran setan: makin kita terdorong oleh rasa kesepian untuk dicinta, makin parah kesepian kita ini.
Satu-satunya obat ialah : berhenti mementingkan diri dan mulai mementingkan orang lain. Tetapi jangan kira ini mudah! Memindahkan pusat pemikiran dari diri sendiri kepada orang-orang lain, sungguh merupakan usaha yang makan waktu seumur hidup. Makin sulit lagi, karena kini kita harus mendahulukan orang-orang lain dan bukannya kita sendiri. Kita harus belajar menanggapi kebutuhan orang lain, dan jangan mengutamakan kebutuhan sendiri.
Kesulitannya ialah, bahwa kita semua terlekat pada kepentingan sendiri. Kita terlalu sibuk mencari perkembangan bakat-bakat dan kepribadian kita sendiri, dengan kebahagiaan dan cita-cita kita sendiri. Kita dapat bersifat egois dengan cara yang sedemikian halusnya, sehingga hampir tidak kentara.
Memusatkan perhatian dan usaha pada diri sendiri adalah suatu penghalang mutlak untuk kebahagiaan dan kepuasaan manusia yang sejati, yang hanya mungkin tercapai melalui cinta yang tulus. Kita masing-masing harus memutuskan bagaimana kita akan menghayati hidup ini.
Jika kita putuskan, mencari kebahagiaan dan kesepian yang akan kita jumpai! Jika kita putuskan, mencari kebahagiaan serta kemajuan dan perkembangan orang lain, dan inilah cinta kasih, maka pastilah kita akan memperoleh kebahagiaan dan kepuasaan.
Cinta berarti mempedulikan, menerima dan memperhatikan orang-orang lain yang dicintai itu. Ini berarti pula memberikan diri, meskpun kadang-kadang meminta banyak pengorbanan.
Kita dapat mencintai orang lain hanya sejauh mereka menjadi pusat pemkiran, hati dan hidup kita. Kita hanya dapat menemukan diri dengan jalan melupakan diri. Kita harus sedia kehilangan hidup dan kepentingan kita, sebelum kita dapat memperolehnya dalam arti yang lebih mendalam.
Cinta yang berarti pengorbanan diri ini memang sulit. Pertama-tama karena kesukaran-kesukaran batin yang terdapat pada setiap orang, yaitu luka dan cacat warisan pengalaman setiap manusia, dan kedua, karena persaingan dan teladan dunia yang serba mencari keuntungan sendiri.
Cinta paling sedikit berarti pengorbanan seperti berikut: orientasi pemikiran, perhatian dan keinginan harus beralih kepada orang lain dan harus menanggalkan diri serta kepentingan sendiri.
Akan tetapi betapapun sulitnya, kehidupan dengan cinta, tidaklah sia-sia dan bukan tanpa imbalan. Bahkan sebenarnya hidup demikianlah yang sungguh-sungguh manusiawi dan bahagia, karena penuh dengan kecemasan yang sama mendalam seperti kehidupan, sama luasnya seperti seluruh dunia dan jangkauannya sampai ke akhirat.
Baru setelah kita mengatakan: “YA”, untuk mencinta dan: “YA”, untuk melupakan diri, maka kita akan merasakan bahwa kehidupan kita mengetahuinya dan penuh rahasia bagaikan rahmat ALLAH; tetapi kita akan mengenalnya dan akan tampak kepada dunia bahwa kita telah mendapatnya.
Kita telah mengalami suatu perubahan radikal : pusat perhatian pindah dari diri sendiri kepada perhatian terhadap orang lain. Jadi, orang yang patut dicintai adalah orang yang mencintai.
Tetapi bagaimana kita dapat mencintai, kalau kita belum pernah dicintai?
Antara hitam dan putih selalu ada warna abu-abu, yang kehitam-hitaman atau keputih-putihan. Kita semua mempunyai kemampuan untuk mencintai, sedikit ataupun banyak, mempunyai kemampuan untuk memindahkan pusat perhatian dari diri kita sendiri kepada kebutuhan, kebahagiaan serta kepentingan orang lain. Sejauh kita dapat berbuat demikian, sejauh itu pula kita mencintai.
Mungkin mula-mula kita hanya dapat mencintai sedikit sekali, maka sedikit pula kita dicintai. Tetapi sejumput cinta yang kita terima akan memberikan daya untuk tumbuh dan berkembang menurut bimbingan cinta. Maka inilah tantangan apapun, kecil ataupun besar, untuk mencintai.
Makin besar usaha dan dedikasi kita, makin besar dorongan dan kekuatan hasil cinta akan kita terima. Tetapi pusat perhatian selalu bukanlah kita sendiri dan bukanlah apa yang akan diberikan kepada kita sebagai imbalan atau balas jasa. Dengan bertanya, “Apa yang telah kau perbuat bagiku?” , cinta kita mulai mati.

Sumber : Mengapa Takut Mencinta karangan John Powell, SJ

Kamis, 10 Januari 2013

Tips Atasi Gelisah.. Galau

Kegelisahan di definisikan sebagai emosi tidak menyenangkan/menenangkan yang merupakan bentuk psikis dari suatu ketakutan. Berdasarkan definisi tersebut maka kegelisahan berakar dari ketakutan, ketakutan di sini bisa berarti banyak hal seperti ketakutan menghadapi kenyataan atau ketakutan akan terulangnya kembali peristiwa traumatis, dll.

Kegelisahan bisaanya berpangkal dari fikiran. Kegelisahan kadang-kadang di perlukan untuk membuat kita lebih berhati-hati, namun kegelisahan yang terlalu berlebihan dapat menjebak kita pada situasi di mana kita tidak dapat mengambil keputusan. Pada kondisi seperti itu maka hidup kita menjadi stagnan dan labil. Satu kegelisahan bisaanya diikuti oleh kegelisahan lainnya dan pada akhirnya menjadi sebuah lingkaran setan yang memenjarakan anda pada kondisi yang itu-itu juga.

Bagi seorang post-abortus mungkin ketakutan di sini bisa di artikan ketakutan ketika di hadapkan pada kenyataan sekitarnya, misalnya ketakutan tidak diterima oleh orang-orang yang di kasihi, kegelisahan akan judgment dan penerimaan orang lain, bagaimana tanggapan orang lain jika mengetahui dirinya seorang post-abortus, reaksi keluarganya, atau ketakutan kehilangan pasangan yang menjadi ayah dari janin yang di aborsinya, atau bisa juga ketakutan akan dosa dan murka tuhan. Secara garis besar ketakutan di sini adalah ketakutan akan judgement orang lain terhadap dirinya dan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada dirinya sebagai pertanggung jawaban atas tindakannya. Hal itu pulalah yang pada akhirnya mencegah seorang post abortus mencari bantuan untuk keluar dari permasalahannya dan akhirnya terjebak dalam berbagai kondisi yang menghantuinya.

Ketakutan hanya akan bisa di atasi dengan menaklukannya, selama ketakutan itu hanya ada dalam fikiran maka ketakutan akan terus menghantui kita dan menjadi sumber kegelisahan yang tak putus.

Kegelisahan akan terus memancing reaksi negatif dari alam bawah sadar anda yang akan mengirimkan berbagai sinyal ke tubuh dan emosi anda. Itu sebabnya orang-orang yang gelisah kemudian mengalami berbagai gangguan tidur, mimpi buruk atau gangguan kesehatan yang ringan tapi terus menerus.

Cari tahu apa sumber kegelisahan anda dan bicarakan dengan seorang terapis atau orang yang anda percaya untuk memahami dan melaluinya, hanya dengan menghadapinya anda dapat menaklukan kegelisahan anda, semakin anda menyembunyikannya maka kegelisahan tersebut akan semakin memburuk.

Selain itu anda juga dapat mencoba tips berikut untuk mengurangi kegelisahan anda :

· Kurangi waktu luang anda yang memungkinkan anda memikirkan kegelisahan anda dengan mengisinya dengan berbagai aktifitas positif, atau lakukan aktifitas yang lumayan berat sehingga tubuh anda lelah dan tidak punya cukup waktu untuk memikirkan kegelisahan anda. Ketika tubuh anda lelah maka anda akan semakin cepat tidur untuk mengistirahatkan fisik anda.

· Berfikir positif tentang apapun dalam hidup anda, hilangkan fikiran negatif dari kepala anda.
 Jika anda mengirim sinyal positif maka anda akan menadapat sinyal balik berupa hal positif begitu juga sebaliknya.

· Beri pengaruh positif terhadap fikiran anda dengan membaca buku-buku atau menonton film atau mengobrol dengan orang-orang yang dapat menginspirasi dan memberi anda dukungan.
· Untuk lebih rileks, anda dapat mencoba berbagai aroma therapi yang dapat membantu anda merasa lebih rileks dan lebih tenang.
· Ingat kembali apa yang anda suka dan apa impian hidup anda, mulailah melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak pernah berani anda lakukan, ambil resiko untuk melakukan hal-hal yang anda sukai dan nikmatilah hidup anda.
· Cari lah teman berbagi yang bisa mengerti dan memahami anda, ekspresikan perasaan anda dan belajarlah untuk mulai membuka diri.
· Singkirkan berbagai perasaan negatif anda dan alihkan terhadap hal-hal positif yang dapat membantu anda merasa lebih baik.
Lepaskanlah kegelisahan anda karena pada dasarnya kegelisahan anda adalah mesin perusak yang mencegah anda dari mengambil kesempatan emas yang menjadi hak anda. Sadarilah bahwa kegelisahan dating dari dalam fikiran anda dan belum tentu orang lain akan bereaksi seperti yang anda bayangkan. Seringkali ketika Tuhan turut campur dalam urusan manusia, maka segala prasangka dan ketakutan manusia tak terbukti.