Selasa, 19 Februari 2013

Langkah – Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan


Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya agak sulit untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan.

Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut kami sampaikan tujuh langkah membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.
1. Perhatikan Postur Tubuh
Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.

2. Bergaulah Dengan Orang-Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif
Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.

3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri
Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.

4. Latihan
Kapanpun Anda ingin merasakan rasa percaya diri, kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.

5. Kenali Diri Sendiri
Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang – Apa yang mereka katakan – Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.

6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.

7. Jangan Takut Mengambil Resiko
Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan ha-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.

Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri yang tak tergoyahkan.

Stress Ujian Nasional? Ada Cara Ngatasin Hal Itu


Kalo mau ujian emang suka banyak masalah yang muncul. Tujuannya nggak lain nggak bukan buat menguji kesiapan lahir-batin. Tapi, tenang! Semua ada solusinya

BELAJAR MENTAL MELULU
Yoi. Ini sindrom yang biasa muncul menjelang tes-tesan! Makin dekat hari H-nya, otak makin susah menyerap pelajaran. Sindrom ini muncul bukan karena otak. Tapi, karena kita panik. Otak kita jejali dengan berbagai materi pelajaran secara paksa. Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Mengatasinya:
1. Seminggu sebelum UN bikin pointers materi-materi pelajaran di kertas kecil yang bisa dikantongi ke mana-mana. Pointers ini ibarat password otak: kunci untuk membuka file-file memori otak. Jadi, nggak perlu mempelajari ulang materi-materi pelajaran UN, begitu baca pointers ingatan kita akan dipanggil kok.
2. Dua atau tiga hari menjelang UN, wajib menjauhi buku-buku pelajaran juga kertas kecil berisi pointers materi-materi pelajaran tadi. Lakukan apapun yang kita senangi, supaya perasaan happy. Kalo perasaan udah happy, otomatis otak jadi rileks. Nah, dalam kondisi rileks, memori otak akan lebih kinclong!

TAKUT KAGAK LULUS
Katanya, hidup ini nggak boleh ngebayangin yang enak-enak aja. Kudu balance dengan ngebayangin yang pait-pait.

Mengatasinya:
Ngebayangin nggak lulus emang harus. Tapi, sambil ngebayangin nggak lulus, kita juga harus ngumpulin info seputar kesialan itu. Maksudnya, kalo emang nanti nggak lulus, apa yang bisa dilakukan? Ngulang lagi atau ada jalan lain? Kalo tau bahwa kita bisa melakukan sesuatu jIka benar-benar nggak lulus, kita nggak akan stres, bro!

TAKUT SAMA MATA PELAJARAN TERTENTU
Setiap orang pasti punya kelemahan di salah satu mata pelajaran. Kalo tuh mata pelajaran masuk dalam daftar mata pelajaran yang diujikan di UN, gimana jadi nggak was-was, heh?

Mengatasinya:
Untuk mata pelajaran yang satu ini, coba kasih perhatian lebih. Lebihin porsi belajarnya, lebihin juga konsentrasi buat mengulik mata pelajaran tersebut. Mudah-mudahan materi pelajarannya nempel dikit-dikit. Kalo nggak juga? Ya emang udah takdir.
 

TAKUT NGGAK BISA BANGUN PAGI
Ugh! Kenapa yang namanya tes-tesan mostly diselengarakan di pagi hari ya? Padahal, semua orang juga tau kalo yang namanya bangun pagi itu adalah yang terberat di dunia! (Halah!)

Mengatasinya:
Nggak ada cara lain selain minta bantuan banyak pihak! Di hari H nanti, jangan lupa nyalain weker (minimal 2: jam weker dan alarm ponsel). Terus, titip pesan dari malamnya ke bokap, nyokap, kakak, adik, pembantu, sopir…. Kalo perlu sampe tukang roti keliling yang pagi-pagi udah muter dengan gerobak tet-tot…, tet-totnya! Suruh mereka ngebangunin lo dengan berbagai cara. Dari mulai diteriakin, dikitikin, sampe disiram air atau digaplok, it’s O.K!

TAKUT NGGAK BISA NYONTEK
Hah! Mungkin kedengarannya sesat. Tapi, kenyataan berbicara bahwa lebih dari sembilan puluh persen kepala akan memikirkan gimana cara mencari celah buat nyontek ketika UN berlangsung.

Mengatasinya:
Tipsnya cuma satu: banyak-banyak usaha sendiri. Juga berdoa! Sebab, inget kata pepatah: sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Artinya: meski kita udah bikin konspirasi tingkat tinggi dengan teman-teman plus udah menyiapkan plan A, plan B, dan plan C buat nyontek, kalo takdir berkata lain nasib sial nggak bisa ditolak, man!
 

MENGIRA-NGIRA SI PENGAWAS
Entah kenapa, sosok pengawas UN yang tergambar di pelupuk mata yang sangar melulu.

Mengatasinya:
Mulai hari ini, coba bayangin sosok pengawas UN yang asik. Wajahnya memperlihatkan aura bersahabat.  Ramah, suka becanda, suka ngasih tebak-tebakan begitu udah ngeliat murid-murid mukanya kenceng, suka…. Atau, bayangin sosok pengawas UN yang polos (baca: agak blo’on).
 

ACARA GAUL BATAL
Menjelang UN semua orang mendadak sibuk belajar. Nggak terkecuali mereka yang masuk dalam daftar anak bengal!

Mengatasinya:
Ngeliat dampaknya yang kurang bagus bagi kesehatan jiwa kita, kesimpulannya acara bergaul mustinya tetap dipertahankan durasinya. Hanya aja, mungkin frekuensinya yang diatur. Misalnya, nggak tiap hari, but ada beberapa hari yang dipake buat bergaul pol-polan.

LESS TIME FOR YAYANG
Ssst…, the chemistry of love konon bagus banget buat kita lho! So, kalo waktu buat ketemuan sama pacar or gebetan berkurang banyak…. Wah, bahaya!

Mengatasinya:
Support dari pacar or gebetan perlu banget sih. Cuma, cara memperolehnya nggak musti lewat ketemuan kok. Coba intensifkan SMS dan telepon. Tinggal cari waktu yang aman (maksudnya bukan di jam-jam kita atau dia harus belajar or istirahat gitu), hajar deh!

Eh, inget: jangan ngobrolin pelajaran atau persiapan UN lagi. Makin suntuk!
DENGER BANYAK NASEHAT
Emang udah kebiasaan tuh begitu! Hampir tiap hari ngedenger omongan kayak gitu, bukannya senang karena ngerasa diperhatiin, justru jadi sebel. Annoying, brur!
Mengatasinya:
1. Bilang terus terang ke yang ngasih nasehat supaya jangan sering-sering ngasih nasehat. Cukup sesekali tapi di momen yang tepat. Itu lebih kena!
2. Umumnya, orang ngasih nasehat lantaran nggak ngeliat dengan mata-kepala sendiri kalo orang yang dinasehatin melakukan apa yang dia nasehatin. Makanya, sebelum disuruh belajar, kasih liat kalo kita sedang belajar. Gitu seterusnya.
 

NGE-LIST “MITOS” TENTANG UN
Yoi. Cerita-cerita kayak: kalo salah satu bagian kertas UN lembab lantaran kena keringat alamat nggak lulus karena komputer nggak bisa memprosesnya. Atau, kalo menghitamkan bulatan di kertas komputernya terlalu kereng juga komputer nggak bisa memprosesnya. Dan lain-lain…, dan lain-lain!.

Mengatasinya:
Kalo ngedenger cerita-cerita “menyeramkan” seputar UN, mending buru-buru sumpel kuping dengan earphone MP3. Kalo nggak, cabut! Pokoknya, intinya jauhi sumber yang menyebarkan cerita-cerita tersebut. Jangan malah mendekat dan mengulik lebih jauh. Nggak guna lah….

Gimana kalo telanjur denger dan kepikiran? Talk to your self, “Sebodo amat! Yang penting jalanin dulu!”.

Galau... NOT FOR NOW!!: Tips-tips Melawan Bad Mood:D

Galau... NOT FOR NOW!!: Tips-tips Melawan Bad Mood:D: Siapapun bisa mengalami hari yang suram. Hari saat semua yang kita kerjakan tidak berhasil sempurna seperti yang diharapkan. Bukan hanya ...

Rabu, 13 Februari 2013

Tips-tips Melawan Bad Mood:D

Siapapun bisa mengalami hari yang suram. Hari saat semua yang kita kerjakan tidak berhasil sempurna seperti yang diharapkan. Bukan hanya belajar , bekerja , bahkan merembet ke kehidupan pribadi. Serasa alam semesta bermusuhan dengan diri kita sendiri.Nah apa yang akan kita lakukan? Tentu saja kita tak boleh berdiam diri begitu saja. Lawanlah dengan langkah-langkah berikut ini
1. Tolak Keinginan Untuk Meneraktir Diri Sendiri
Makan di restoran mewah misalnya. Tentu ada kesenangan di dalamnya tapi itu hanya bertahan beberapa menit setelah itu masalah akan datang lagi ditambah rasa bersalah , kehilangan kendali bahkan berbagai hal negatif lainnya.
2. Lakukan Sesuatu yang Menyenangkan Untuk Orang Lain
Perbuatan baik selalu terasa baik. Ini sungguh sungguh terjadi. Berilah kesenangan kecil untuk orang di sekitar anda dan lihat hasilnya
3. Alihkan Perhatian
Jangan Tenggelam dalam masalah yang beruntun. Alihkan perhatian dengan melakukan hal kecil lainnya tapi yang menyenangkan. Sebagai contoh : membaca , menonton film , memasak , jalan jalan sekitar rumah. Apapun boleh asal berdampak positif dan tidak mengeluarkan biaya
4. Carilah Kedamaian Dengan Aktivitas Yang Berbeda
Banyak yang bisa dilakukan seperti membersihkan sudut sudut rumah , membersihkan pakaian , membersihkan kamar sendiri , mensortir baju. Perasaan melihat hal yang langsung beres dalam sekejap memberi perasaan terkendali dan nyaman
5. Katakan Pada Diri Sendiri “Yah Paling Tidak Lebih Baik Dari..”
Mengingat sesuatu yang menyenangkan bisa membangkitkan semangat seperti paling tidak berolahraga bermain dengan anak kecil , ikut bakti sosial dan apapun yang bisa disyukuri.
6. Berolahraga
Melakukan aktivitas fisik adalah cara memperbaiki suasana hati yang hebat. Tapi berhati hatilah agas anda tetap fokus pada olahraga yang anda lakukan, agar pikiran tak hanyut memikirkan masalah itu itu saja.
7. Hubungi Teman Teman
Kebanyakan orang menghadapi masalah secara individual padahal hal ini sangat tidak disarankan. Lebih baik bila anda menghubungi teman dekat dan mengobrolkannya.
8. Karena Pagi Itu Indah
Pagi yang cerah selalu membawa semangat baru untuk hidup. Jadi segeralah tidur cepat waktu malam agar keesokan harinya bisa siap menyambut pagi hari. Memang saat ada masalah , orang jadi sulit tidur . Tapi kini kamu tahu cara mengatasinya.
9. Mengingatkan Diri Sendiri Akan Identitas Yang Lain
Tak ada satu identitas yang bisa menjelaskan kepribadian orang. Tiap orang pasti setidaknya memiliki lebih dari satu identitas. Saat mendapat musibah , masih ada orang lain yang memikirkanmu.
10. Kembali Ke Perspektif Tiada Yang Abadi
Kesenangan tiada yang abadi begitu juga kesedihan dan semua masalah. Jadi berpikirlah demikian.
11. Menulis
Daripada membiarkan masalah di otak berputar putar Lebih baik menuliskannya dalam tulisan dan mengumpulkan kemungkinan solusi yang bisa dilakukan. Ini sangat membantu.
12. Bersyukur
Ini yang paling penting. Ingatlah kenangan masa lampau saat kamu berhasil dalam suatu hal. Kamu pernah berhasil , bersyukurlah atas keberhasilanmu yang dulu. Yakinlah bahwa kini kamu pasti akan berhasil menyelesaikan masalah yang ada.